Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
Belajar Go Green Ala Masyarakat Baduy: Ngubaran Pare dengan Biopestisida*)
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!

Belajar Go Green Ala Masyarakat Baduy: Ngubaran Pare dengan Biopestisida*)
Oleh ARDA DINATA
 
Masyarakat Indonesia terkenal kaya akan adat istiadat. Sebagian adat istiadat itu, ada yang benar-benar telah sejalan dengan pola pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Sebagai contoh adalah apa yang dilakukan masyarakat Baduy, Propinsi Banten. Dimana dalam tradisi masyarakat Baduy, ada pikukuh (aturan adat) yang secara khusus berkaitan dengan pengelolaan ladang, antara lain, bentuk pantangan (teu wasa) membongkar-bongkar tanah, menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintetis.

Kalau kita kaji, ternyata konsep pantangan membongkar-bongkar tanah pertanian, sejalan dengan upaya pemerintah menghindari erosi permukaan tanah (top soil erosion). Perilaku demikian, saat ini lebih dikenal dengan istilah zero tillage.

Sementara itu, teu wasa penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis, sejalan dengan konsep pertanian modern yang kini mulai dikembangkan, yaitu organic farming (pertanian organik) dan biopestisida (pemanfaatan pestisida alami).

Menurut pandangan masyarakat Baduy, pantangan menggunakan unsur-unsur kimia dimaksudkan untuk mencegah tercemarnya padi oleh racun, sehingga padi ladang dapat disimpan di lumbung-lumbung padi dalam waktu lama. Di samping itu, juga dimaksudkan untuk menghindari pencemaran lingkungan di sekitar daerah yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat atau sebagai tanah titipan nenek moyang.

Sedangkan adanya larangan penggunaan pestisida sintetis, masyarakat Baduy masih melestarikan kebiasaan ngubaran pare (pengobatan padi) dengan metode alami berupa penggunaan biopestisida. Yakni penggunaan berbagai jenis flora untuk obat-obatan pembasmi hama pertanian.

Masyarakat Baduy sudah mengenal pemeliharaan padi secara alami, yaitu dengan cara disimpan di ladang untuk menghindari gangguan hama padi, yang disebut ngubaran pare. Perilaku ngubaran pare ini, biasanya dilakukan sebanyak lima, tujuh, atau sembilan kali pada setiap musim tanam. Faktor lain yang menentukan adalah berupa keuletan seseorang untuk memelihara ladang. Yang jelas, banyaknya frekuensi ngubaran pare ini, biasanya harus berangka gangsal (ganjil), karena mereka mengganggap sebagai angka “keberuntungan.”

Menurut aturan adat, padi ladang harus diobati ketika padi berumur empat puluh hari. Tapi, nyatanya praktek pengobatan ini dilakukan seusai menyiangi padi pada tahap pertama (ngored munggaran). Sebab, menyiangi padi tahap pertama tidak selalu selesai dalam waktu empat puluh hari.

Pengobatan padi ini, sejalan dengan kepercayaan masyarakat Baduy bahwa tanam padi (ngaseuk) dianggap sebagai ngawinkeun (menyatukan) Dewi Padi (Nyi Pohaci) dengan tanah (pertiwi) sehingga dapat menghasilkan padi yang banyak (Garna; 1988). Aktivitas mengobati padi pada umur empat puluh hari ini dikenal dengan sebutan upacara ngirab sawan.

Setelah ngubaran pare tahap pertama, pengobatan berikutnya dilakukan sebanyak tiga sampai sembilan kali. Menurut catatan Iskandar (2001), ada beberapa pengobatan padi yang dikenal masyarakat Baduy, misalnya berkait dengan usaha menanggulangi hama walang sangit atau kungkang (Leptocorisia sp, suku Coreidae) dengan obat khusus yang disebut tawa kungkang. Yaitu berupa campuran buah bingbin (Pinanga sp) dan pasir sungai (keusik) yang ditaburkan di lahan ladang. Pada waktu bersamaan, dari mulut pengobat biasanya disemburkan panglay (Zingiber cassumuar Roxb).

Sementara itu, pada pagi dan sore harinya dilakukan pembakaran daun yang beraroma bau, seperti walang (Zingiberaceae), kanyere (bridelia monoica), dan bungur (Lagerstromia sp) di dangau (saung) hingga mengepulkan asap. Selanjutnya, bau asap yang keluar dari dangau akan dihembuskan (oleh angin) dan menerpa pohon-pohon padi. Aroma bau asap itulah yang digunakan sebagai alat pengusir serangga hama padi di ladang.

Ramuan obat padi lainnya, adalah campuran daun mengkudu (Morinda citrifolia), air kelapa hijau (Cocos nucifera), dan tuak aren atau kawung (Arenga pinnata). Seluruh bahan ditumbuk dan dicampur dengan debu tungku dapur (lebu hawu), kemudian ditaburkan di lahan ladang. Sebelum ditaburkan di ladang, pada malam harinya dibacakan doa (mantra) dan diselenggarakan pertunjukan pembacaan cerita pantun yang berisi tentang kisah-kisah kehidupan masa lampau atau kisah padi.

Adanya aturan adat penyelamatan padi ini, tidak hanya pada masa tanam, tapi berlanjut sampai masa menyimpan padi di lumbung. Dalam tradisi penyimpanan padi ini, dikenal ada tiga upacara adat, yaitu ngadiukeun pare, ngepret, dan ngocek.

Pada acara ngadiukeun pare (menyimpan padi seusai panen ladang) dilakukan upacara ngukus tiga hari tiga malam secara berturut-turut. Ngukus berarti upacara pembacaan doa di sekitar lumbung padi, sedangkan di bawah lumbungnya dibakar ramuan dari gharu (Gonystylus macrophyllus), akar jambaka (Dianella nemurosa), dan kulit buah pisitan (Lansium domesticum) yang disimpan dalam tempurung kelapa berisi abu dapur.

Setelah acara ngadiukeun pare, kemudian ada upacara ngepret. Yaitu perlakuan terhadap padi yang telah disimpan di lumbung diciprati ramuan dari jaringao (Acorus calamus), cikur (Kaemfera galanga), panglay (Zingiber cassumunar), dan air. Sedangkan upacara ngocek diselenggarakan ketika melakukan pengambilan padi dari lumbung. Adapun ramuan yang disajikan terdiri dari daun sirih (Piper betle), jambe atau pinang (Areca catechu), apu (kapur), dan gambir.

Beberapa aturan adat tersebut, jelas-jelas berdampak positif terhadap daya tahan simpanan padi yang terpelihara dari gangguan serangga perusak biji padi. Dan beberapa ramuan itu, telah dikenal lama di Asia sebagai pengusir serangga. Jadi, inilah wujud pelestarian lingkungan (go green) ala masyarakat Baduy. Anda mau mencoba?***

Arda Dinata, pemerhati masalah lingkungan, bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbangkes Depkes.R.I. dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip Semarang.

*) Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Artikel Ilmiah Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) 2010 Komisariat Cirebon, http://www.iatmi-cirebon.org.
Daftar Bab
Memuat bab...
Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca